Thursday, November 06, 2014

LE GRANDE VOYAGE (3)

..........Setelah lebih kurang 3 hari, menikmati ibadah di Masjid Nabawi dan suasana nyaman kota Madinah, tibalah hari yang ditunggu-tunggu setelah sholat dhuhur menjelang ashar para jamaah berkumpul dan menyiapkan diri baik secara fisik dan mental guna menjalani ibadah umroh, sebagaimana diketahui, rukun umrah dimulai dari Miqat, kemudian dilanjutkan thowaf, sai, dan tahalul, dilaksanakan dengan tertib,

diawali dengan berihram, kemudian miqot di masjid Bir Ali Madinah, sembari berniat, kemudian melanjutkan perjalanan menuju Mekkah al Mukaramah, sepanjang perjalanan kalimat talbiyah :'  لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ لاَشَرِيْكَ لَكَ " ( Labbaik Allah humma labbaik, Labbaik la sharika laka labbaik, Innal hamda Wan-ni'mata, Laka walmulk, Laa sharika lak ) dikumandangkan, menjelang tengah malam, akhirnya tiba di Kota Mekah, di kejauhan  terlihat menara abraj al bait kumadang talbiyah semakin syahdu dan menggetarkan hati, 

stelah transit dan makan malam sejenak di hotel, di lanjutkan jalan kaki menuju masjdill haram, langkah demi langkah sampailah ke depan kakbah rasa haru tak kuasa terbendung, puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah mengijinkan kita menjadi tamunya, stelah shalat isya, dilanjutkan rukun berikutnya yakni thawaf, mengililingi kakbah sebanyak 7 kali, bersama-sama derap langkah ribuan jamaah dari berbagai negara, warna kulit, suku dan ras, seraya berdoa dan bermunajat untuk keselamatan di dunia, akhirat dan dijauhkan dari api neraka, selesai thawaf langsung dilanjutkan dengan sa'i berjalan/berlari-lari kecil dari bukit shaffa menuju marwah bolak-balik sebanyak 7 kali, sembari mengenang perjuangan dan pengorbanan seorang ibu ( siti hajar) untuk mencari air guna menghilangkan dahaga nabi Ismail  AS, dalam ibadah sa'i  mengandung pengertian memohon pertolongan kepada Allah dalam menghadapi kesulitan, dan memohon ampunan dari seluruh perbuatan dosa. Karena, pada tempat itu Allah telah menghilangkan kesusahan yang menimpa siti Hajar dan putranya Ismail dan akhirnya tahahul (memotong rambut sebagian) menandai akhir selesainya ibadah umrah. para jamaah sebagian pulang ke hotel dan sebagian besar lainya menanti  shubuh sembari berdizkir, bermunajat, di masjidil haram,

hari kedua  untuk mengisi waktu luang waktu dhuha hingga menjelang dhuhur, aq putuskan untuk mengekplorasi lingkungan masjidil haram dimaksudkan agar  tidak tersesat ketika mencari jalan pulang ke penginapan) selain beribadah dan beitikaf di dalam masjidil haram, ditengah syahdunya menatap kakbah, aq dan kakeku bertemu dengan ibu2 dari Indonesia yang menawari untuk mencium Hajar aswad (Batu Hitam yang disimpan/ditempel di Kakbah) , tanpa pikir panjang kami mngiyakaan ajakan tersebut,ya itung-itug ada teman sebangsa seperjuangan untuk usaha tersebut, betapa kagetna diriku melihat ibu tersebut dibantu dengan 2 pemuda berhasil menembus jamaah thawaf dan kerumunan orang-orang yang sedang antri mencium hajar aswad tersebut, stelah kakekku berhasil menciumnya, aq mundur setelah mendekatinya, ibu itu bertanya kenapa mas, koq beingsut mundur?  jawabanqu dalam hati, kalo cara sedemikian, maka alangkah baiknya aq mengurungkan niat untuk mencium hajar aswad, y hal ini dikarena dalam perjuangan menyentuh hajar aswad, aq melihat seorang ibu paruh baya dari Turki roboh akibat disikut ama ibu tersebut, rupanya ibu dan 2 pemuda ersebut berperan sebagai vooridjer, dan benar saja setelah selesai ibu itu mendekati kakeku dan meminta imbalan atas jasanya, oleh kakeku di kasih 1 riyal, dan ibu tersebut complaint kepada, mosok jasanya hanya dihargai 1 riyal, trus aq bertanya lha mintanna berapa/ ibu tersebut menjawab "dihadapan kakbah mana mungkin kami minta imbalan, kami minta seikhlasnya', setelah aq tegaskan kembali ibu tersebut tidak menyebut angka, ya sudahlah aq kasih beberapa keping riyal, dan  dan ibu tersebut tetap ngedumel dan akhirnya aq dan kakeku meninggalkanya...


sorenya, dijadwalkan oleh biro, untuk melaksanakan Umrah ke 2 sifatnya sunnah bisa diikuti jemaah atau tidak, dan mengambil miqot di Tan'im, setelah menajlankan rangkaian rukun umrah, dilanjutkan istirahat, dan setelah tengah malam di lanjutkan dengan ibadah qiyamul lail di Hijr Ismail, dan ibadah lainya hingga shubuh,

hari ketiga pagi hari dimanfaatkan bersama rombongan untuk mengeksplorasi lingkungan masjidil haram dengan berjalan kaki mengunjungi jabal qubesh ( tempat dimana para lelehur qta berdoa mengundang anak cucunya untuk hadir ke tanah suci , meski tempat tersebut sekarang menjadi Hotel untuk tamu kerajaaan), berikutnya mengunjungi pula tempat lahir rosullullah pada masa lampau, dan saat ini dirubah menjadi Perpustakaan Masjid Haram, ditepat ini kalo beruntung akan mendapatkan buku-buku tafsir al'quran berbahasa indonesia,  kemudian pula melihat bekas pasar seng yang termasyhur bagi kalangan jamaah haji indonesia untuk belanja di masa lampau, dan di akhiri berziarah ke makam Ma'la tempat bersemayam khadijah dan jamaah haji yang wafat di Mekah, kemudian dengan menyewa taxi pulang kembali ke penginapan dan persiapan sholat dhuhur berjamaah, dan dilanjutkan kegiatan rutin lainnya seperti shalat fardhu berjamaah, qiyamul lail, sholat di hijr ismail, tlawah dan i;tikaf di masjidil haram yang pahalanya 100.000  kali lipat, masya allah keren bingits to :)

hari keempat setelah sarapan pagi,, jamaah bersiap untuk melaksanakan umrah ke 3 ,  sembari city tour kota mekah  dan sekitarnya seperti mengunjungi jabal tsur ( tempat di mana pertologan Allah SWT diberikan rosullullah dan sahabat bersembunyi dari kepungan dan kekejaman kaum kafir quraisy sebelum Hijrah ke Madinah dengan menutup lubang gua dengan jaring laba-laba dan sarang burung merpati), kemudian menapak tilasi perjalanan haji melalui padang Arafah dan Jabal Rahmah ( bukit dengan monumen untuk mengenang pertemuan adam dan hawa setelah turun dari surga), setelah puas mendaki dan melihat pemadangan padang arafah yang indah) dilanjutkan perjalanan menuju tempat miqod di Ji'ronah melawati Musdalifah, dan Minna ( tempat lempar jumrah) serta Jabal Nur ( tempat dimana rosullullah menerima wahyu pertama dari Allah SWT),


hari kelima tak terasa telah empat hari sudah berada di mekah , tibalah saatnya untuk kembali ke tanah air, setelah shalat shubuh dilanjutkan dengan Thawaf wa'da ( thawaf perpisahan), dengan perasaan yang penuh haru dan bertanya mengapa waktu cepat berlalu padahal perasaan ingin tinggal lebih lama, menikmati indahnya beribadah dan suasana  kakbah dan masjidil haram, sembari berdoa smoga dapat kembali suatu saat nanti menjalankan rukun wajib kelima ibadah haji dan umrah, kemudian stelah selsai ddillanjutkan sarapan pagi dan berkemas, menuju bandara King abdul aziz Jeddah, sembari city tour  Jeddah seperti mengunjungi makam ibunda hawa, serta pasar al walad/qornish dan masjid apung dan laut merah.


sekedar catatan :
  • mengingat ibadah umrah, thawaf dan sai memerlukan fisik yang baik dan prima, mutlak untuk menjaga kesehatan selama di madinah maupun di mekah
  • meskipun Mekah dan Madinah merupakan kota suci, wajib untuk menjaga diri, mengingat kejahatan dapat terjadi seperti pernjambretan dsb, termasuk untuk jamaah perempuan hendaknya selalu bersama rombongan atau muhrimnya.
  • mengingat crawdidnya area Masjidil Haram maupun Nabawi, alangkah baiknya mengenal lingkungan sekitar minimal mengetahui rute, pintu keluar, nama tempat menginap dsb,atau landmark tertentu sebagai pedoman agar tidak tersesat.
  • dan tetap meluruskan niat dan iman untuk senantiasa lillahi ta'ala agar ibadah dilaksanakan dengan lancar, tertib dan smoga mendapat title mabrur
ucapan syukur dan terima kasih ,untuk bpk H ustadz Luthfi, alm KH Abdul Ghofur dan para pemimbing Biro haji dan umrah Azka yang telah memberikan layanan dengan baik dan prima serta keluarga, sahabat dan jamaah umrah periode januari 2013, yang telah memberikan warna dan pengalaman berharga  smoga ukhuwah di jalan allah SWT tetap terjalin.

* tulisan ini tidak bermaksud u/ riya, bukan pula sebagai ekstasi berkunjung ke tanah suci,  hanya sekedar berbagi pengalaman sebagai pengingat dan penguat hati, smoga suatu saat nanti kembali ke tanah suci
*  http://iwanlaksana.tumblr.com/

Monday, November 04, 2013

LE GRAND VOYAGE (2)

...............Singkat cerita tibalah hari yang ditunggu-tunggu, dengan perasaan yang campur aduk, coz kali pertama naik pesawat terbang, kali pertama ke Luar Negeri, dan impian ke Baitullah tinggal selangkah lagi..:), diawali dengan upacara yang sederhana dan hikmat di sebuah mesjid desa, kemudian perjalanan dilanjutkan menuju Jakarta, setelah bermalam dan dijamu oleh pemilik tour travel, pagi hari dilanjutkan ke Bandara Soetta, , dan berkumpul dengan jamaah dari daerah lainnya, setelah mendapat boarding pass akhirnya seluruh rombongan naik kedalam pesawat, dan  menjelang take off, perasaan yang tadinya senang dan gembira, berubah menjadi dag dig dug, karena ada pengumuman pesawat mengalami kerusakan mesin, sehingga mengalami penundaan keberangkatan, setelah menunggu hampir 1 jam, para jamaah diminta turun dari pesawat, dan berhubung bertepatan dengan waktu makan siang dan sholat dhuhur, pihak maskapai memberikan kompensasi berupa makan siang, 

Setelah menunggu hampir 4 jam lebih, akhirnya para jamaah kembali ke pesawat, dan pesawat pun akhir nya Take off, setelah menempuh perjalanan kurang lebih 9 jam, menjelang dini hari tepat mendarat di Bandara King Abdul Azis, Jeddah dengan lancar dan syukur alhamdulillah selamat, setelah menyelesaikan urusan imigrasi akhirnya di lanjutkan perjalanan menuju Medinah, dengan menggunakan Bus Ekslusif yang sangat nyaman, perjalanan sepanjang +/- 450 km,  ditempuh sekitar +/- 6 jam, dengan view pemandangan dimalam hari berupa bentangan perbukitan "tandus' dsb dan sesekali melawati deretan lampu neon yang baru aq tahu kemudian jebolno POM Bensin, sempat mampir sebentar di Pom Bensin untuk istirahat, sholat, dsb, ketika turun dari bus, udara dingin dan angin gurun benar-benar menusuk tulang karena suhu di luar  hampir mencapai 8 derajat celcius.

Menjelang subuh akhirnya masuk ke gerbang kota Medinah, dan berhenti sejenak di Masjid Bir Ali untuk melaksanakan sholat shubuh, dan kemudian dilanjutkan menuju madinah al munnawaroh, menit demi menit akhirnya Masjid Nabawi terlihat megah, dan Bus pun berhenti di hotel/apartemen dimana qta menginap, setelah pembagian kamar, sarapan, istirahat sejenak, kemudian sebagian dari Jam'aah langsung ke Masjid Nabawi...uluk salam dumateng rosulullah/nabi Muhammad SAW....sekaligus sholat dhuhur Berjamaah di Masjid tersebut, yang menurut riwayat pahalanya 1000 kali lipat dibanding sholat berjamaah di masjid lain., dan salah satu tujuan utama di Masjid nabawi selain di dalam kompleks tersebut terdapat makam rosullullah dan para sahabat juga terdapat "RAUDHAH" (taman surga) yang terletak antara makam/rumah rosul dan mimbar rosul, dan dipercaya sebagai tempat yang di ijabah segala doa yang kita panjatkan, sehingga untuk beribadah di area tersebut tak jarang harus antri, dan relatif berdesak-desakan dengan jamaah lain dari berbagai negara lainnya, bahkan khusus untuk perempuan terdepat waktu-waktu khusus untuk ke area tersebut (seperti setelah sholat isya atau sholat

shubuh) , sedangkan untuk jamaah lelaki relatif bebas.

Selama di Madinah, selain jadwal sholat berjamaah di masjid nabawi, juga diselenggarakan tur ketempat-tempat bersejarah diantaranya ; makam Baqi, Masjid Quba (masjid yang kali pertama di bangun oleh Baginda rosul), Masjid Qiblatain ( Masjid dimana ditetapkannya perubahan arah qiblat dari awalnya ke masjidil aqso ke Masjidil Haram), Jabal Uhud (tempat terjadinya perang Uhud, antara kaum muslimin dengan kaum kafir, dan menyebabkan 70 orang menjadi syuhada) , selain juga ketempat belanja seperti kebun kurma, dan pasar kurma.

Bersambung........

 beberapa photo dapat di akses di : http://iwanlaksana.tumblr.com


Thursday, August 29, 2013

LE GRAND VOYAGE (1)


Le grande voyage ...ya...judul tersebut di adaptasi dari sebuah film karya Ismail Faroukhi yang menceritakan perjuangan seorang ayah dan anak berbeda generasi mengarungi ribuan kilometer menuju ke Baitullah..:),

yup Baitullah adalah impian dan cita-cita bagi setiap muslim di seluruh dunia, namun keputusan untuk mewujudkan hal tersebut biasanya tidak mudah, selain butuh pengorbaan dan biaya yang tidak sedikit, namun dengan diiringi niat dan tekad impian dan cita-cita tersebut tentunya bukannya impian kosong,

jadi teringat sebuah riwayat disebutkan bahwa setidaknya ALLAH SWT memanggil diri kita setidaknya tiga kali; diantaranya :

1). Panggilan pertama adalah Adzan,
adzan adalah panggilan Allah SWT yang pertama, panggilannya sangat jelas terdengar dan kuat di telinga kita, bahkan 5-6 kali setiap harinya kita mendengarnya dan ketika kita sholat sesungguhnya kita menjawab panggilan tersebut, dan respon Allah SWT akan jawaban panggilan tersebutpun masih flexible, kadang kita terlambat memenuhinya, bahkan terkadang tidak shalat sama sekali karena malas dan sibuk, Allah SWT tidak marah dengan seketika, Dia masih memberikan rahmatNya dan masih menganugerahkan kebagian bagi umatNya untuk yang memenuhi panggilan adzan maupun tidak, Allah SWT hanya akan menghitung/ dan membalasNya di akhirat kelak 


2). Panggilan yang kedua adalah Panggilan Umrah/Haji
Panggilan ini bersifat halus , sifat halusnya terkadang sampai kita tidak merasa, padahal secara materi maupun immaterial tergolong mampu dan sifatnya juga "bergiliran",  Hamba yang satu mendapatkan kesempatan yang berbeda dengan hamba yang lain, Jalan nyapun bermacam-macam. Yang tidak punya uang menjadi punya uang, yang tidak merencanakan, ternyata akan pergi, ada yang memang merencanakan dan terkabul.

Ketika kita mengambil niat Haji / Umrah, berpakaian Ihram dan melafazkan 'Labaik Allahuma Labaik/ Umrotan', sesungguhnya kita saat itu menjawab panggilan Allah SWT tersebut



3). Dan panggilan ke-3', 'adalah KEMATIAN.
Panggilan  yang ketiga kita tidak bisa mengelak apabila pada saatnya tiba dan hanya di mampu di jawab dengan ibadah dan amal kita., Pada kebanyakan kasus, Allah tidak memberikan tanda tanda secara langsung, dan kita tidak mampu menjawab dengan lisan dan gerakan. ..

kembali ke Laptop... , syukur alhamdulillah segala puji hanya bagi Allah SWT yang telah memberikan anugerah dan rahmatnya kepada setiap mahluknya, yup sebagaimana riwayat tersebut Panggilan kedua tersebut sangatlah halus, pada awalnya hampir sama sekali tidak terpikirkan untuk membuat keputusan tersebut, namun ibunda yang beberapa bulan sebelumnya telah menjalankan umroh, mencoba menyakinkanku untuk ikut Umroh pada bulan januari 2013 kebetulan ada beberapa tetangga dan sanak family juga ikut berangkat sehingga lumayan ramai, dan itung-itung juga sebagai ucapan dan upaya syukur atas anurgerah dan rahmat dari yang maha Kuasa atas nikmat yang diberikan slama ini, respon awalnya hanya sambil lalu ya karena dari sisi materi masih belum cukup, dan mengingat waktunya juga mepet, namun setelah sehari semalam mencoba merenung dan memikirkan informasi tersebut, bukankah itu kesempatan dan moment bagus untuk mewujudkan impian sedari dulu ke baitullah, dan keliling dunia :), 

yup dengan restu ibunda dan bondo nekat (bonek), akhirnya kutemui alm kyai yang akan membimbing umroh tentang persyaratan apa saja yang harus dipenuhi, dan mengingat tengat waktu yang mepet sehingga harus segera  mengurus dokumen imigrasi seperti paspor dan visa yang tentunya membutuhkan waktu, so beliau menyarankan agar segera buat paspor, apabila paspornya selesai lebih cepat lebih baik, apabila tidak bisa jadi diundur waktu pemberangkatanya (baca: tidak bareng rombongan).



mengingat tenggat waktu yang demikian mepet dan aq bertekad untuk tidak izin atau cuti dari kerjaan, akhirnya ku kumpulkan informasi dan browsing, serta juga observasi langsung di Kanim Semarang, yang kebetulan hari tersebut ada tugas yang lokasinya tidak jauh dari kantor tersebut, stelah observasi langsung dan melihat antrian yang sedemikian panjang, akhirnya kuputuskan membuat paspor secara online sebagai plan B, dan saat itu juga aplikasi kukirimkan dan ditujukan ke KANIM II Pemalang, dengan pertimbangan jarak tempuh dan masa tempuh yang relatif tidak jauh dari tempat kerja dan daerah asal sehingga kalau ada hal-hal yang kurang dapat segera di selesaikan, ( baca juga : http://ielarianto.blogspot.com/2013/01/siapa-bilang-ngurus-paspor-itu-sulit.html )

BERSAMBUNG.........

link : 

Monday, January 28, 2013

SIAPA BILANG NGURUS PASPOR ITU SULIT..?

Ngurus paspor sulit dan berbelit-belit o y...?, awalnya jujur ada sedikit ketakutan juga kalo benar-benar terjadi mengingat kebutuhan mendesak, dan tidak cukup memiliki banyak waktu luang apalagi dapet info dari temen-temen yang membuat pasport disalah satu kantor imigrasi di arahkan ke calo atau biro jasa yang mematok tarif lebih dari 2 sampai 3 kali tarif resmi.

Terbesit berbagai pertanyaan mengapa kesannya terbelit-terbelit,apakah iya untuk mempercepat pengurusan harus pake calo,  padahal sudah jaman reformasi lho, dan  Standar operasional prosedur di instansi layanan publik seperti kantor imigrasi mestinya jelas dan informatif  dan terpampang di area tersebu
t.

Setelah melihat antrian yang luar biasa banyak di Kantor Imigrasi Semarang, serta googling dan menanyakan kebenaran informasi tersebut kepada petugas terkait tentang berapa lama standar operasional prosedur serta berapa hari kerja untuk menyelesaikan pembuatan paspor akhirnya ku putuskan untuk mengurus sendiri pembuatan paspor tanpa jasa perantara.

Sebagai informasi setidaknya ada 3 tahap utama dalam pembuatan paspor
1. Pemasukan Dokumen Persyaratan 
2. Pembayaran, Foto, Dan Wawancara
3. Penyerahan Buku Paspor...

Antar tahapan utama tersebut dari pemasukan dokumen dan persyaratan standar waktu minimal 2 hari kerja hingga pembayaran, foto dan wawancara, kemudian antara pembayaran, foto dan wawancara sampai penyerahan buku paspor standar minimal layanan 4 hari kerja.

Berdasarkan Informasi yang ada, untuk menyingkat waktu, apabila tidak ada waktu luang, dapat melalui ONLINE dalam pemasukan berkas dokumen persyaratan, dengan login ke 

http://ipass.imigrasi.go.id:8080/xpasinet/faces/InetMenu.jsp

tentunya dengan menyiapkan terlebih dahulu dokumen-dokumen yang diperlukan  ( KTP, KK, IJazah/surat nikah ) dan kemudian dokumen tersebut dipindai/scan,  baru setelah itu di upload.

Dengan menggunakan cara online ini, kita bisa menghemat hari  /memotong 1 tahapan yakni pemasukan dokumen persyaratan, sehingga bisa langsung pembayaran, foto dan wawancara, karena dokumen-dokumen yang diperlukan telah dikirim via online, shingga tinggal "janjian" ke Kantor Imigrasi untuk pembayaran, foto, wawancara, stelah hari yang kita tentukan tiba, kita tinggal menunjukan bukti permohonan yang telah kita kirimkan via online, dan petugas imigrasi akan memeriksa dan memverifikasi bukti permohonan tak lebih dari 2 jam, semua proses telah dilakukan, tinggal menunggu penyerahan buku paspor sebagaimana standar minimal layanan 4 hari. dengan tarif sesuai standar yakni Rp.255.000,-

Satu kelebihan dari cara online ini, ialah selain menyingkat waktu, juga kita dapat memantau melalui web progress pengurusan paspor kita sampai dimana


Salutte dan Terima kasih ku ucapkan kepada Kantor Imigrasi Kelas II Pemalang, yang telah memberikan layanan prima yang terbaik, ramah, penuh tanggung jawab serta nyaman smoga layanan yang telah ada dapat terus ditingkatkan.

sebagai informasi mengingat biasanya pengurusan imigrasi antrianya panjang dan padat, disarankan untuk berangkat paling pagi sehingga dapat cepat terlayani meskipun dalam antrian pada waktu pembayaran,photo, wawancara relatif teratur dengan memisahkan antara pengurusan sendiri dan biro/jasa namun bukan tidak mungkin kita akan menunggu cukup lama apalagi kalau berbarengan dengan jam istirahat akan semakin lama menunggunya...





Monday, February 06, 2012

Prajab III/II/2012

Terlalu indah untuk dikenang, terlalu sayang untuk dilupakan, itulah perasaan yang bisa dirasakan,selama hampir kurang 21 hari bersama ditempa di Badan Diklat Sasana Widya Praja,Srondol Semarang

Beribu asa, cerita, cita dan cinta terangkai dalam sebuah untaian kisah yang tak kan terlupa sepanjang masa, diawali dari olahraga pagi dilanjutkan dengan pembelajaran hingga apel malam; dengan jadwal yang cukup ketat tak ayal fikiran, fisik dan tenaga cukup banyak terkuras,

Sasana Widyapraja diibaratkan sebagai kawah candradimuka dalam epos Mahabrata,seperti halnya Gatotkaca ditempa dengan penuh disiplin tuk menjadi ksatria yang mumpuni, demikian pula dengan para CPNS dari seluruh SKPD di lingkungan Pemprov Jawa Tengah untuk menjadi PNS yang profesional sebagaimanaa sesanti provinsi Jawa Tengah " Prasetya Ulah Sakti Bhakti Praja "



bersambung

Friday, June 17, 2011

halo pa kabar?wuah lama skali gak menengok dan menyentuhmu....ya, tak dapat dipungkiri kesibukan , maraknya facebook dan socmed lainya telah mengalihkan perhatianku kepadamu....

tepatnya lebih dari 538 hari ya...untungnya hubungan ku dengan dirimu hanyalah perasaan saling suka, dan yang ku suka darimu, engkau tak menuntut apapun dariku termasuk komitmen dan kesetiaan.

okey lah to the point aja, ijinkan aq menyentuhmu kembali setidaknya untuk hari ini.