Thursday, December 04, 2008
Posted by
Iwan Laksana Arianto
at
1:37 AM
0
comments
Posted by
Iwan Laksana Arianto
at
1:30 AM
0
comments
Al Quran : (6) An Nahl : Ayat 12
Dan Dia menundukkan malam dan siang, matahari dan bulan untukmu. Dan bintang-bintang itu ditundukkan (untukmu) dengan perintah-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memahami (nya) (QS. 6:12)
Al Quran : (13) Ar Ra’d : Ayat 2Allah-lah Yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arasy, dan menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan. Allah mengatur urusan (makhluk-Nya), menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya), supaya kamu meyakini pertemuan (mu) dengan Tuhanmu. (QS. 13:2)
Al Quran : (39) Az Zumar : Ayat 5
Al Quran : (15) Al Hijr : Ayat 16Dia menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang benar; Dia menutupkan malam atas siang dan menutupkan siang atas malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. Ingatlah Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun. (QS. 39:5)
Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan gugusan bintang-bintang (di langit) dan Kami telah menghiasi langit itu bagi orang-orang yang memandang (nya) (QS. 15:16)
Subhanallah, Maha besar Allah SWT yang menciptakan alam semesta ini, pada tanggal 1 Desember 2008, menjelang magrib hingga isya di kawasan Semarang, terlihat satu fenomena yang jarang terjadi sepanjang masa, di mana bulan sabit dan dua bintang yang terang membentuk formasi "TERSENYUM"
Memang berdasarkan almanak astronomi, pada tanggal tersebut posisi venus-jupiter-bulan sabit bersinggungan (conjunction) dan hal tersebut hanya tampak di hampir wilayah indonesia,dan sebagaian asia tenggara,
Fenomena tersebut merupakan sebuah kebesaran dari ALLAH SWT, dan semoga fenomena tersebut merupakan pertanda kebaikan kepada kita sekalian, Amiin
Posted by
Iwan Laksana Arianto
at
1:12 AM
0
comments
Labels: inspiratif moments
Monday, November 10, 2008
Bagiku dan beberapa rekan yang ikut sepuluh tahun lalu,tentunya cukup membekas kenangan yang tak kan pernah terlupakan sepanjang hidupnya, memang tragedi tersebut terjadi tanggal 12 November, namun kami sudah merasakan sejak hari pertama sidang istimewa di buka (10-11-1998), situasi chaos dan tak terkendali, serasa malaikat izrail mengintai kami untuk diajaknya dipanggil ke haribaan Allah SWT,
ok mungkin akan kuceritakan bagaimana kronologi, apa yang kurasa dan kualami, diawali, ketika tanggal 9 November, kami berkumpul untuk menuju jakarta dengan menggunakan sekitar 3-5 bus, dengan satu tekad bergabung dengan mahasiswa seluruh Indonesia di Gedung MPR/DPR, dalam perjalanan aq jujur sudah merasa ada yang tidak beres, karena dalam perjalanan tersebut kita belum tahu mau transit dimana, kalo tidak salah sekitar tiga kali bus kami berhenti, pertama di wilayah kendal, cirebon, dan terakhir di tol masuk jakarta(kranji), singkat cerita akhirnya kami transit di Masjid Istiqlal,
di Mesjid Istiqlal, jujur hatiku semakin tidak enak,karena kami tidak tahu situasi apa yang terjadi saat itu di jakarta, namun ketika berkeliling di sekitar istiqlal, aq melihat banyak preman dengan bertuliskan asma Allah di Ikat kepala mereka dengan bau miras
selepas dhuhur, akhirnya kami diberangkatkan, dengan penuh semangat yang kami tahu menuju ke Gedung MPR/DPR, namun di perjalanan aq merasa juga ada yang gak beres, karena dibelakang truk ada beberapa orang berkacamata hitam menggunakan Jeep membawa HT, entah kenapa, truck yang kami tumpangi mengarah ke tugu proklamasi, ketika kami tepat sampai didepan tugu proklamasi, dari arah berlawan muncul ratusan orang serasa menggeruduk kami, akhirnya kami lari tunggang dan masuk ke tugu proklamasi,
setelah sadar, aq melihat sekeliling tugu proklamasi, rupanya kami terjebak di tengah kubu diarah jl.diponegoro, ada seklompok massa yang trus meneriak yel-yel provakatif, yang akhirnya ketahu kelompok tersebut di kenal sebagai KPM, sedangkan di di dalam tugu proklamasi ada sekolompok massa yang berikat kepala Asma ALLAH SWT, yang baru kutahu namanya PAM SWAKARSA, dan didalam tugu proklamasi sendiri setelah melakukan observasi singkat,akhirnya aq ketahui sesungguhnya yang dialam tugu proklamasi banyak yang tidak tahu apa yang sesungguhnya terjadi, rata-rata dari mereka adalah kelompok pengajian yang tersebar di jakarta, namun dibarisan terdepan, aq melihat sekelompok preman yang juga turut meneriakan yel-yel provokatif sambil membawa bambu runcing,
menjelang Ashar, suasana semakin mencekam, diiringi soundsytem yang keras, yang memperdengarkan senandung jihad, "Allahu Akbar..Allahu Akbar..Allahu Akbar, kalam suci menentukan ke berjuang, untuk agama dan keadilan, amar ma'ruf nahi munkar, Allahu Akbar..Allahu Akbar..Allahu Akbar, yel-yel semakin provokatif,dikedua belah pihak, diantara kami sudah ada yang menyiapkan peta untuk pelarian dan mungkin tempat2 untuk berkumpul ketika apabila terjadi bentrok, namun bagaimana mau lari kalau seluruh tugu proklamasi telah dikepung oleh massa,
sekitar jam 5, hatiku semakin was-was, ketika dengan teratur barisan tentara dan polisi, yang selama ini menjadi barikade agar kedua kelompok massa tidak bertemu, meninggalkan posnya, sebagian dari kami menatap dengan tatapan kosong dan nanar, akankah ini terakhir melihat dunia
akhirnya yang terjadi terjadilah, massa dari jl diponegoro menggereduk ke arah massa di dalam tugu proklamasi, suasana chaos tak terkendali, usaha provokatif yang dilakukan para preman tadi mungkin sengaja untuk membentrokan massa yang tidak tahu apa-apa, hingga magrib menjelang, dimana batu, bambu runcing silih berganti disekitar kami, beberapa orang terlihat digotong karena terluka, dan bahkan kami masih ingat, kami sholat maghrib sebelum waktunya, dikarenakan situasi yang chaos tersebut, mungkin diantara kami sudah demikian pasrah apabila malaikat izrail menjemput kami, setidaknya sebelum dijemput kami sudah lapor kepada Allah SWT, mungkin demikian dibenak kami
Hingga menjelang Isya, suasa semakin panas dan tak terkendali, hingga suasana sedikit cair, ketika kami ketahui , Alm MUnir (ketua kontras) datang menuju ke tengah tugu proklamasi untuk mengeluarkan kami para mahasiswa semarang, setelah negosiasi, akhirnya kami diangkut truck militer, dan kami bersepakat untuk pulang ke semarang, dan akhirnya kami tiba di Stasiun Senen, dengan wajah yang pucat, cape, dongkol, kecewa dan bersyukur karena kami masih selamat dan dapat berkumpul dengan teman-teman dan keluarga kami tercinta !
Bersambung...................
Posted by
Iwan Laksana Arianto
at
6:55 PM
0
comments
Labels: memoar garink
Tuesday, November 04, 2008
Pilpres AS kali ini menyedot perhatian khalayak baik di amerika serikat dan negara-negara lainnya, termasuk di Indonesia, hal ini tidak terlepas dari salah satu kandidatnya pernah mempunyai masa kecil di jakarta dan mempunyai ayah tiri Indonesia, dialah Barack Hussein Obama,
cukup menarik apabila kita mengikuti karir dan perjalanan obama menuju ke gedung putih, dari pemilu pendahuluan, konvesi partai, hingga kampanye-kampanye maupun debat menjelang pemilu, obama mampu menyihir masyarakat AS dan dunia, melaui taglinenya CHANGE (we can believe in), hal tersebut pula di tunjukan melalui keberhasilan Obama memimpin dalam berbagai jejak pendapat di Amerika serikat selain itu dalam berbagai kunjungan dalam kampaye di amerika serikat maupun di luarnegeri, obama mendapat sambutan yang cukup meriah, bahkan ketika Obama berorasi di Berlin dihadiri ratusan ribu orang,
Keberhasilan Obama bukan sebuah hal yang bersifat kebetulan maupun keberuntungan,selain ditentukan oleh sebagian masyarakat dunia yang sudah terlalu muak dengan kebijakan George Bush jr, juga di dukung pula oleh kemampuan, integritas dan kapabilitas yang layak dan dimilikinya, disamping seorang aktivis, lulusan Harvard Law School, mempunyai kemampuan dalam orasi dan pidato yang cukup memukau, ditambah pemanfaatan berbagai media kampanye dipergunakan secara efektif untuk menggalang dukungan, salah satu yang dimanfaatkan dengan cukup baik adalah www.barackobama.com, ditambah dengan situs-situs jaringan sosial seperti facebook,myspace,youtube dsb juga ikut dirambah obama, sehingga para pendukung merasa lebih dekat dengan kandidatnya, salah satu halnya ialah keberhasilan Obama dalam memecahkan rekor selama Pilpres dalam menggaet donatur,sehingga untuk menyikapi situasi demikian McCain-Pallin, terkadang harus melakukan black campaign,
namun kepopuleran Obama tidak memastikan obama bisa melaju melenggang menuju gedung putih, pemilu 4 november 2008, cukup menentukan, akankah kekhawitiran akan syak wasangka ras, black campaign dan faktor x lainnya menggarahkan pemilih untuk tidak menoblos obama, disamping itu sistem pemilu di Amerika Serikat tidak menganut sistem popular vote,melainkan untuk menjadikan menjadi presiden diperlukan dukungan diatas 50 % Electoral College, sehingga andaikan obama menggumpulkan suara terbanyak dari pemilih, belum menentukan menjadi presiden apabila ketika pertemuan Electoral college para delegasi memilih ke rival Obama,
so, marilah tunggu hasilnya,apabila berhasil Obama akan memikul beban cukup berat untuk mengatasi krisis ekonomi dan resesi global, apabila gagal mungkin banyak orang yang akan kecewa dan semakin skeptis dengan kehidupan mendatang
tetapi whatever lah hasilnya, yang jelas keberhasilan Obama membentuk citra sebagai kandidat presiden AS terkuat, yang ditunjukan melalui polling dan raihan dana kampanye, dapat menjadi pelajaran berharga bagi bangsa kita yang sebentar lagi akan menuju gerbang pemilu 2009
Posted by
Iwan Laksana Arianto
at
1:22 AM
0
comments
Labels: imho
















