NGEBOLANG KE TUMASIK PART III

n pukul 09:00 hujan belum reda, akhirnya kuputuskan untuk extend 2 malam kedepan, untungnya dapat diskon 10 sgd dari pesan pertama, lumayan, bahkan mbak dea sang resespsionis menyambut positif rencanaku melancong ke malaysia, coz disana katanya lebih murah, ya bagaimana tidak lebih murah harga sama dengan kurs berbeza dengan selisih yang lumayan bagi kantong qta..hehehe

kemaren udah kesana, dilanjut ke National Library, di seberang bugis junctions, sambil dag dig dug, akhirnya aq masuk kedalam perpustakaan yang terdiri dari 2 blok, dengan tinggi 16 lantai, ya kesan pertama perpustkaan ini sangat nyaman, dengan desain interior yang cozy, yang memungkinkan untuk orang berlama-lama di perpustakaan, yup meskipun hari minggu, ternyata banyak juga pelajar, mahasiswa, keluarga, dan senior citizent mengunjunginya,selain koleksi relatif lengkap,baik berupa koleksi buku, jurnal, surat kabar, majalah, multimedia, dsb bahkan disalah satu sudut ruangan disiapkan taman bacaan yang benar-benar desainya berupa taman/hutan buatan yang membuat betah para balita dan anak-anak untuk mengunjugi perpustakaan, bahkan yang lebih asik lagi perpustakaan nasional tersebut mempunyai event dan jadwal yang lumayan padat baik di gedung tersebut, maupun perpustakaan yang lebih kecil di tingkat communities (baca: mungkin setingkat kabupaten) ....perlu kiranya para pengelola perpustakaan di negeri kita untuk belajar kesana bagaimana menciptakan perpustakaan yang ok punya

setelah sedikit puas kulanjutkan perjalanan, disamping perpustakaan nasional, rupanya ada Brass Basah Complex, kalo di Yogya mungkin namanya shoping, kalo di jakarta kwitang, yup deretan kios/toko penjual berbagai macam jenis buku hingga soal-soal masuk ujian sekolah maupun universitas ada, perjalanan dilanjut sampai keperempatan brass basah street, diseberang sana SMU (sekolah menengah umum..hehehe tentu bukan yanag bener singapore management university) yang membuat seidikit kaget, disalah satu gedungnya /aulanya menggunakan nama yang familiar bagi qta yup betur..Mochtar Riyadi...do you know lah siapa beliau, :),
menyeberang sejenak akan ketemu bangunan bersejerah nan eksotis, CHIJMES, setelah itu dilanjut menyusuri Brass Basah Street, didekat stasiun MRT brass Basah ada Singapore Art Museum, berhubung masih pagi, museum kayaknya belum dibuka kemudian lanjut jalan kaki, menyebrang bencoolen street,dan menysusuri akhir brass basah street, disebrang SOTA (Scool of the aRT) tampaklaah orchard street yang masyhur tersebut:), n di ujung jl tersebut tentu ada Plaza Of singapore yang didalamnya ada stasiun MRT berbagai line Dhoby Ghout, maksud hati pingin maksi dan istirahat sejenak, namun akhirnya dengan sebotol air mineral kulanjutkan perjalanan,coz waktu udah dhuhur nich, saatnya mencari masjid, kemaren teringat salah satu sudut orchard road ada papan petunjuk ke arah masjid al falah, namun stelah ketulusuri papan petunjuk tersebut koq gak ketemu masjidnya, akhirnya aq kembali ke orchard road, ( baru kutahu stelahnya masjidnya ada dilantai satu gedung komersial di jl. bideford,coz prespsi awalku ya seperti masjid2 pada umumya ada kubah, dan menara, makane gak ketemu, padahal tadi mestinya melewati)
yup untuk mengefektifkan waktu akhirnya kulanjutkan naik MRT, menuju Harbour Front, awalnya penasaran disana ada apa saja, jebolno setelah keluar pintu di VIVO CITY, n merupakan transit area ke santosa island dan universal studio,n sehaarian belum makan keuputuskan untuk memesan paket mc D untuk menganjal perut, stelaah keluar dari vivo city, n du
duk-duduk menghadap pulau sentosa,kurenungkan akankah aq menyeberang hingga sana untuk sekedar selfie di depan tulisan universal studio...hahaha ta pikir gak banget deh, apalagi sendirian :),atau menyeberang ke pulau batam....ok next rip kayaknya menarik....yo wislah akhirnya qu cari masjid aza coz tadi di exit MRT ada 1 pintu mengarah ke masjid Tumenggung daeng Ibrahim, y stelah menyebarang jalan yang sangat rame, akhirnya sholat dan melepas lelah di masjid tersebut, dan yang menarik di masjid tersebut berbendera Kesultanan Johor, dan disebelahnya ada makam2 raja kasultanan johor di telok belangah, ya masuk akal juga sejaraah singapore tidak terlepas dari jaman-jaman kerajaan dahulu sriwijaya, majapahit, dan kesultanan Johor..:)
setelah puas kulanjutkan naek MRT ke Bayfront, awalnya aq gak tau juga disana apa aja, stelah nyampe baru ngeh keluar di marina bay sands, n dideket itu ada garden bay, n art science museum,dsb, dan aq teringat ada pertunjukan gratis setiap hari didaerah itu tapi lokasine dititik mana, dan jam berapa, aq gak tahu, akhirnya kuputuskan untuk duduk tepian marina bay aza, kebetulan viewnya bagus n

apabila masih belum puas bisa dilanjut menyebarang anderson bridge, kemudian menyeberang balik melalui cavanagh bridge, melintasi singapore river, meskipun sebenere kalo tak lihat peta gak efektif, tanpa menyebarang menyusuri fullerton road akan ketemu stasiun MRT rafless, tapi kayaknya kurang afdhal juga tanpa menyebarangi jembatan yang eksotis tersebut, suasana singapore river, coz di sisi dan seberangnya sebenarnya ada beberapa tempat yang bisa dikunjungi, seperti asian civilization museum, victoria concert hall, patung stamford rafles, daulhasie obeliks, gedung parlemen, aatau deretan food court di sepanjang sungai itu dan masjid maulana mohamad ali (yang aq cari gak ketemu, jebolno setelah chek bentuknya juga gak seperti umumnya masjid :) )
singkat cerita stelah naik mrt dari rafles turunlah di stasiun mrt bugis, stelah kuamati beberapa pintu keluar akhirnya kucoba lewat pintu keluar queen street terminal, stelah jalan kaki dengan perasaan yang lebih tenang, terlihatlah papan petunjuk ke arah terminal, whaaaaat bukanya setiap hari aq lewat kawasaan itu, dan baru ngeh kalo itu terminal, coz persepsi awalku disanaa adalah tempat parkir bus pariwisata, coz bentuknya gak semegah terminal dinegeri qta, oklah dengan tertawa ngakak n memengangi kepala, kupekikan malaysia i am coming..:)
n malem itu kuakhiri dengan makan malam yang lezat nasi biryani + es teh tarik, di zam-zam resto, kemudian sholat isya di masjid sultan dan tanpa sengaja bertemu traveller dari solo yang membawa istri dan anak yang masih batita.bener2 worth it hari itu....:)
bersambung..